Orang yang suka ikut-ikutan masuk jamuan makan tanpa diundang




Bintang Cimahi - Alkisah di masa kekhalifahan Islam ada seorang lelaki "thufailil", sebutan bagi orang yang "masuk ke jamuan makanan (walimahan) tanpa diundang demi untuk makan makanan yang lezat"

Suatu ketika lelaki thufaili melihat serombongan orang yang sedang bepergian. Dilihat dari penampilan para rombongan tersebut yang rapih bersih, dia mengira bahwa rombongan tersebut hendak menghadiri undangan walimah (jamuan makan).


Lelaki thufailil pun mengikuti rombongan tersebut dengan harapan bisa menyantap hidangan yg mewah. Selidik punya selidik, ternyata mereka adalah rombongan penyair yang hendak mendatangi raja.
Lelaki thufailil pun kaget, karena tiap orang dari rombongan tersebut akan mendendangkan syair-syairnya di hadapan raja.

Kemudian tibalah para rombongan tersebut menghadap raja. Dan Raja memerintahkan setiap orang untuk mendendangkan syairnya, maka satu persatu para penyair mendendangkan syairnya dan setelah bersyair mendapatkan hadiah dari Raja.

Ketika semua penyair telah mendendangkan syairnya dan mengambil hadiahnya, maka tersisalah lelaki thufaili tadi.
Dia hanya duduk terdiam.
Lalu Raja berkata kepadanya,
“Ayo dendangkan syairmu!”
Dia menjawab,
“Maaf Raja sesungguhnya saya bukanlah seorang penyair.”
raja bertanya,
“Lalu kamu siapa?”
Dia menjawab,
“Sesungguhnya saya adalah termausk orang-orang yang sesat, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah:

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.” (QS. Asy-Syu’ara: 224)

Kontan sang raja tertawa atas jawaban tersebut. Dan Raja memerintahkan agar lelaki tersebut juga diberi hadiah.
Previous
Next Post »